Selasa, 22 Juli 2014

You Can't Defeat People Power

Pejabat-pejabat korup dan pelaku-pelaku suap bersatu dengan koruptor-koruptor kelas kakap
Berusaha sekuat tenaga mengumpulkan segala daya upaya untuk menutup mulut orang-orang pemerintahan yang haus akan uang
Membutakan pengikut-pengikutnya yang bodoh dan berwawasan selebar daun kelor

Tapi kami tidak buta,
Kami tidak bodoh,
Kami tidak rakus akan uang-uang kotor kalian.

Dan uang kotor kalian tidak akan cukup untuk membendung kekuatan kami.
Kalian boleh berupaya mati-matian.
Tapi ingat:
YOU CAN'T DEFEAT PEOPLE POWER!

Karna Tuhan dan kami mencatat itu. Mencatat semua kebusukan-kebusukan kalian!

Sabtu, 26 Oktober 2013

Forgive and Learn from the mistakes

Gue ga suka dengan orang yang ga punya rasa tanggung jawab. Well, siapa juga sih yang suka orang kayak gitu?

Gue ga suka orang yang ignorant, pura-pura ga peduli (terlebih pada hal yang seharusnya dijadikan perhatian dan prioritas). Terlebih lagi gue benci sama orang yang ga bisa mengatur diri, menerapkan prioritas, dan terlebih lagi yang malas. Bagi gue, orang-orng kayak gitu mengganggu.

Selalu dituntut sempurna. Kadang itu bagus. Kadang itu menyebalkan. Tepatnya, itu melelahkan. Nobody's perfect. I know.

Gue selalu berusaha untuk selalu membuat segala sesuatu sempurna. Ga bisa untuk semua orang. Tentu. Tapi paling nggak, sempurna di mata gue. Dan pada saat gue menemukan ada orang yang cepat puas dengan keadaan dan seperti tidak mau berusaha semaksimal mungkin, tentu itu mengganggu penyakit OCD gue ini.

Tapi kemudian gue dihadapkan pada suatu keadaan, bukan hanya sekali, tetapi dua kali. Dimana gue menjadi seseorang yang ga berusaha semaksimal mungkin. Jadi orang yang cepat puas. Jadi orang yang menggampangkan. Dan gue merasa malu (pada diri sendiri, tentunya) dan bersalah.

Merasa malu karena gue terlalu tinggi hati. Menganggap gue sudah maksimal, padahal belum.
Merasa bersalah, karena gue bisa benci banget sama tipe orang kayak gini, tapi gue sendiri juga jadi seperti itu.

Kemudian gue belajar melihat sisi yang lain....
Mungkin orang yang gue benci itu juga sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi hasilnya memang masih belum cukup memuaskan gue.

Mungkin orang itu juga sibuk dan ga punya waktu. Bukan tidak bisa memanajemen diri dan membuat prioritas. Tetapi ada banyak hal yang harus diprioritaskan, sehingga mana yang harus diprioritaskan pun jadi semakin rancu. Mana yang harus didahulukan dari yang mana.

Mungkin orang itu bukannya ga mau membantu dan ga peduli. Mungkin ia bingung. Mungkin ia juga mau menolong, tetapi bingung mana yang harus dibantu.

dan....

Mungkin gue juga harus berdamai dengan diri sendiri. Tingkat kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang tidak dinilai dari seberapa hebat dia mengerjakan sesuatu sendirian ataupun dari kritik dan keluhan yang dia bicarakan setiap hari. Tapi dari kemampuan dia menyadari kesalahan, memaafkan, dan belajar dari kesalahan tersebut. Supaya tidak salah untuk kedua kali.

Mungkin gue juga harusnya sadar. Ga semua orang selalu benar. Pasti ada salahnya. Ga semua orang jahat, pasti ada baiknya juga. Ga semua orang harus sempurna, kadang kurang sempurna bisa memacu kita untuk memperbaiki keadaan dan menjadikanya lebih baik lagi. Ga semua hal harus dibawa stress.

Yang penting memang selalu 3 T:
Tahu tempat, Tahu diri, dan Tahu waktu. Thanks to Bu Arini (my highschool teacher)

dan.. terima kasih kamu.. selalu setia mendengar keluhan aku. :*


Rabu, 30 Januari 2013

and the rain's keep falling...



The rain's keep falling
Everyone's keep talking
Nobody's listening
and why can't I Stop crying?

Wonder if you think of me?
Wonder if you care?

Why couldn't I forget you?

why wouldn't you see me?

you wont care
you wont share

you never ask me
if i love you too..

and the rain's keep falling
and we're keep fighting

-Bi-
18/1

Kamis, 13 Desember 2012

Pria Seksi: (sebuah definisi)



…nggak kok. Artikel ini gak akan membahas ciri-ciri fisik Adam Levine, Lee Min Ho, Daniel Craig, dan Chace Crowford from head to toe.

Kalau secara fisik, gue rasa selera ge akan pria masih tergolong mainstream. Tulisan gue kali ini lebih kepada karakter yang harus dimiliki pria supaya termasuk dalam kategori sexy (versi gue). Kalian gak harus setuju dan gak harus menolak juga kok. Karena sexy atau tidak, toh, tergantung ke selera masing-masing.

Buat gue cowok sexy itu yang pinter. Buat kalian mungkin yang sexy itu cowok yang ganteng. Gak ada yang salah kok dengan perbedaan selera.

So, here they are:
1.       Cowok Sexy = Cowok Smart
Pintar adalah syarat utama cowok untuk bisa sexy. Cowok yang gak ngerti tentang teknologi, perkembangan ekonomi, dunia politik, isu social dan semacamnya sama sekali gak menarik.

2.       Mandiri
Gak ada yang lebih sexy daripada cowok pintar dan mandiri. Bisa menghidupi diri sendiri, gak tergantung dengan orangtua, bisa mengambil setiap keputusan dalam hidupnya, dan menjadi tuan atas dirinya sendiri. Gaya, pecicilan, pamer, bangga…tapi dari hasil kerja keras sendiri.

3.       Cinta Tanah Air
Pria yang cinta akan tanah airnya sendiri itu punya point ganteng +100 dari gue. Entah kenapa cowok yang nasionalis itu sexy banget buat gue. Mereka sangat mengagumkan. Percaya dan berjuang untuk membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali nilai positif, membanggakan, dan gak kalah dari Negara lainnya. Gak ngerti kenapa pria yang cinta tanah air itu sexy? Liat aja contoh dalam hidup  yang nyata: Glenn Fredly, Pandji Pragiwaksono, dan my Big Boss!

4.       Menjadi diri sendiri
Punya passion, tujuan hidup yang jelas, dan planning tentang hidupnya. Apa yang mau ia kerjakan, mengerti apa mau nya, dan bertanggung jawab atas semua keputusan yang dia ambil. Berani menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi Dia versi mamanya, Dia versi papanya, Dia versi pacarnya. J The man who is living his dream.

PS:
Dear You,  
I know you will read this. I know you are on your way to be my version of Sexy. Good luck, dear!
*smooches

Selasa, 10 Juli 2012

Kita dan Idealisme Saya&Kamu

Masing-masing kita punya idealisme.

Idealisme saya melarang saya untuk tidak peduli pada kemajuan Indonesia.
dan kamu hadir membawa dan menjadi bagian dari idealisme yang sama.

Idealisme ini juga yang awalnya membuat saya jadi kagum sama kamu.

Mengapa?
Karena saya semula berpikir kalau kita sama.
Saya melihat diri/sosok yang saya inginkan ada dalam diri kamu.
Kamu dengan lantangnya dan berani menyudutkan tokoh-tokoh politik di depan layar kaca. Disaksikan beribu rakyat Indonesia. Menyentil para politisi nakal.
Dan, ya, saya kagum. Bahkan kamu masih menyuarakan kecintaan kamu terhadap Indonesia dalam hampir setiap karya kamu.

Bahwa sesungguhnya bisa mengenal seseorang yang kamu kagumi secara personal adalah hal yang patut disyukuri. Bisa mengenal, berkomunikasi langsung, bukan lagi melalui twitter. Tapi dari sisi insaninya.

Dan akan berubah menjadi muak ketika kamu tahu bahwa di balik semua image
"Pintar, Idealis, Kritis, dan Anak Tuhan"
ada sosok
"Keras kepala, *****, dan egois"
yang ternyata merupakan karakter aslinya.

Bukan salah kamu kalau akhirnya saya menjadi kecewa.
Semua orang memiliki kebebasan untuk melakukan apapun yang ia mau.
Kamu adalah tuan atas diri kamu. Seperti saya juga tuan atas diri saya.
Mungkin saya juga egois. Mungkin saya juga keras kepala, terlebih egois.
Saya hanya mengenal sebagian kamu, tapi saya sudah berani memberikan penilaian atas hidup dan karakter kamu.

Tapi, saya juga mau masih ada sebagian kamu yang tersisa indahnya.
Jadi, sudah cukup.
Pemahaman kita tentang "aman", "penakut", dan "jujur" tidak sejalan.
dan layaknya menaiki kendaraan bersama, kalau udah ga sejalan, ya udah,
saya memilih turun, dan mencari kendaraan lain yang masih searah sama saya.

So, like what I've said before,
"Sometimes, jadi fans aja cukup. Ga perlu tau dia gimana. Jadi biar selalu indah di hati dan mata"


@Stef_Bi

Senin, 09 Juli 2012

Kembali Menulis

Kembali menulis blog mungkin tepatnya..

selama ini saya masih tetap menulis, di notes iPod, di notes BB, di buku diary (yeah, gue masih menulis di buku khusus yg gue namakan diary), dan di twitter. Ha!

Belakangan ini niat menulis lagi kembali meningkat, kebetulan ada waktu luang, mari menuangkan pemikiran-pemikiran absurd gue.

Kali ini tentang puisi atau apresiasi karya sastra yang merupakan salah satu bagian dari pelajaran bahasa Indonesia. Gue baru saja berhubungan kembali dengan guru Bahasa Indonesia SMA gue, Ibu Lusi yang cantik nan bijaksana. One of my favorite teacher! :) Dengan absurdnya di email gue menyampaikan harapan gue:

"Jangan pernah hilangkan mata pelajaran puisi atau apresiasi karya sastra lainnya di sekolah,Bu. karena beberapa sekolah di Jakarta saya dengar sudah tidak lagi mengadakan apresiasi terhadap puisi.

sayang sekali Bu.. puisi itu layaknya pelembut jiwa. ketika berpuisi kan sebenarnya kita mengasah otak untuk membuat kata-kata yang mewakili hati dan pikiran. ketika kita mau puisi kita didengar indah, maka kita juga akan mengasah kemampuan berbahasa yang halus dan indah juga.. sangat disayangkan dan tidak terbayang kalau puisi dihilangkan dari pelajaran sekolah... :'("

tsaaaahhhhh......
gaya banget lo, Bi! Berasa anak sastra, hmm?
well, you can call me creepy, silly, "lebay", or anything else. that's your right.

tapi coba deh pikirin lagi..
gue melihat tata bahasa kita saat ini udah kehilangan keindahan.
anak-anak SMA jaman sekarang merasa aneh mendengar puisi..
Mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa gaul nan galau juga aL4y...

Saya merindukan musisi dengan lirik-lirik lagu nan indah, seperti lirik dalam lagu Padi, Sheila on 7...
indah dibaca, nikmat didengar....
Tidak berarti kata-kata dalam lirik lagu hiphop atau rap tidak indah..
mereka indah, tapi saya merindukan keindahan lirik lagu bertata bahasa Indonesia yang penuh romantisme..


"Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun... terhapuskan"
-Padi- Mahadewi

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kurangi Penggunaan Plastik

BM lagi BM lagi...
Inti dari BM yg baru saya terima itu mengajak kita semua untuk mengurangi penggunaan plastik...
hmm.. kayaknya isu itu udah harusnya dilakukan sejak lama deh.. sedih banget kalo orang-orang baru pada sadar sekarang.. semoga belum telat yah... huhu..



Sebenernya, aksi peduli lingkungan ini saya sudah mempraktekannya sejak jaman SMA setelah tergabung dalam klub Pecinta Alam SMA Strada St. Thomas Aquino yg lebih dikenal dengan sebutan Hikadacita (Himpunan Kawula Muda Pecinta Alam)..




Reduce, Reuse, and Recycle...

Ketiga hal diatas sebenarnya adalah hal dasar yang bisa saja dilakukan oleh setiap orang..
Saya dan keluarga sudah sering kali menerapkan ketiga hal di atas walaupun belum secara maksimal..
Belum Maksimal lebih baik daripada Tidak Pernah lohh.....
Walaupun baru sedikit-sedikit melakukannya, itu lebih baik daripada tidak sama sekali..
Bukankah "Sedikit-sedikit lama-lama jadi Bukit?" maka dari itu ayo kita memulainya dari sekarang...

What we can do?? 




1. Hey, Ladies, kalo lg belanja ke Mangga Dua, bawa aja paper bag sendiri.. sekarang ini kan banyak banget tuh Paper Bag yang lucu-lucu.. daripada cuma dapet kantong warna warni biasa-biasa aja dari mbak nya? Hehehe...
2. Kalau gak punya paper bag, waktu belanja di toko yang pertama kan kita udah dapet kantongnya tuh, nah di toko-toko selanjutnya, ga usah pake plastik lagi, gabungin aja beberapa barang dalam satu kantong..
3. Kalau habis belanja, kantong-kantong plastiknya jangan langsung dibuang, pakai lagi untuk buang sampah, atau untuk keperluan lain..
4. Kalau kalian belanja ke Zara, Next, Topshop, Forever21, Gaudi, Giordano, S&K, dan butik-butik terkenal lainnya kan paper bag nya lucu-lucu tuh, nah.. kalian bisa kumpulin itu dan pakai lagi untuk bawa barang, dan semacamnya.. (aku juga suka kumpulin paper bag dan sering dipake lagi...) Kalau di rumah, saya suka dipanggil pemulung karena sering kumpulin plastik bekas.. tapi sebodo amat deh.. yang penting berguna.. haha...
5. Kalau lagi ke Indomaret,Alfamart, Warung sebelah rumah, bawa aja kantong sendiri.. apalagi kalau cuma beli snack 1-3 buah, ga usah diplastikin!
6. Belanja ke pasar tradisional maupun pasar modern? bawa keranjang belanja sendiri ajah buuu.... Pakai plastik kalau mau beli barang-barang tertentu aja.. terus daripada pake kresek yang gede, mending yang bisa disatuin gabungin aja semua... irit plastik, yet save our planet!


Sebenarnya masih banyak banget hal-hal yang bisa kita lakukan, ini baru dari segi Reduce dan Reuse.. mungkin kalau dari segi Recycle sedikit lebih ribet, tapi kalau kalian udah melakukan hal-hal tadi, itu udah banyak sekali membantu loh..

Dan untuk masalah peduli lingkungan, saya cinta banget deh sama si Papi.. Beliau suka sekali menanam berbagai macam tanaman di halaman rumah kami yang kecil... Mulai dari tanaman hias(aku gak tau apa aja namanya) sampai ke obat-obatan tradisional(gak tau juga namanya, selain daun sirih..*maap yah!).
Papi juga yang paling rajin me-recycle barang-barang dirumah.. beliau suka sekali membuat barang abru dari barang-barang bekas! hmm... Karyanya yang terbaru adalah kursi alley.. Kursi Alley itu kursi kecil yang kayak buat anak TK..



Cek juga nih pengalaman Mbak Dee Lestari tentang plastik...
Ia juga sudah sadar untuk mengurangi penggunaan plastik dari beberapa tahun yang lalu..

Dicekik Plastik by Dee Lestari